Senin, 29 Mei 2017

Zina Itu Hutang dan Taruhannya adalah Keluarga Anda!

Newsbaper.com - Suatu ketika ada seorang pemuda yang pamit untuk safar, mencari pekerjaan demi membantu ekonomi keluarga. Sang ayah berpesan kepada putranya, “Jaga baik-baik adik perempuanmu.”

Pemuda ini kaget dengan pesan ini. Karena dia berangkat sendirian, dan adiknya bersama keluarga di rumah. Apa maksud dia harus menjaga adik perempuannya.

Berangkatlah si pemuda, namun dia juga ternyata belum paham dengan pesan ayahnya. Setelah berlalu beberapa hari, tiba-tiba sang ayah melihat ada orang (penjual air) yang mencium anak perempuannya.


Sesampainya pemuda ini pulang ke rumah, sang ayah langsung menegurnya. “Bukankah saya telah berpesan kepadamu, jaga adik perempuanmu baik-baik.” “Apa yang terjadi?” tanya putranya keheranan.
“Sejengkal dibalas sejengkal. Andaikan kamu melakukan pelanggaran lebih dari itu, niscaya si penjual air itu akan melakukan tindakan lebih kepada anak perempuannya.”
[Kisah ini disebutkan Syaikh Abdurrahman As-Suhaim: www.saaid.net]

Siapapun wanita yang menjadi keluarga kita, sejatinya mereka adalah kehormatan kita. Ibu anda, istri anda, putri anda, saudari perempuan anda, bibi anda, dan semua wanita yang menjadi kerabat anda, adalah kehormatan bagi sang lelaki. Jika salah satu diantara mereka berzina, sejatinya telah menodai kehormatan sang lelaki.

Untuk itu, jaga kehormatan mereka dengan tidak mengganggu kehormatan orang lain. Karena zina adalah utang dan taruhannya adalah keluarga anda.


Abu Umamah menceritakan,
“Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallamseraya berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”.
Para sahabatpun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu, diam!”. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam berkata, “Mendekatlah”.

Pemuda tadi mendekati beliau dan duduk di hadapan beliau.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam bertanya,
“Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul” sahut pemuda itu. “Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai”.
“Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika putri mereka dizinai”.
“Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai”.
“Relakah engkau jika bibimu dizinai?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”. 
“Relakah engkau jika bibi dari ibumu dizinai?”. “Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”.
Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya”.

Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina”. HR. Ahmad no. 22211 dan sanadnya disahihkan Al-Albani.

Siapapun wanita yang berzina, sejatinya telah mengiris-iris hati ayahnya, saudaranya, putranya, kakaknya, pakdenya, dan semua mahramnya.

Siapapun lelaki yang berzina dengan wanita, sejatinya dia telah mencabik-cabik kehortaman semua lelaki kerabat wanita ini. Padahal diapun tidak akan pernah rela ketika istrinya dizinai, putrinya dizinai, saudarinya dizinai… renungkanlah hadis Abu Umamah di atas. 
[Sumber: Konsultasi Syariah.]

9 Tahun Hanya Makan Mie Instan, Inilah Kisah Fatimah dan Ibunya, Hidup di Pinggir Rawa

KISAH ini bermula dari 10 tahun lalu. Saat itu Bu Nur (45) yang sedang mengandung Siti Fatimah ditinggal suaminya karena menjalin hubungan dengan perempuan lain. Dalam kondisi hamil, Bu Nur meninggalkan rumahnya dan memutuskan untuk membuat gubuk di tanah dekat rawa bekas galian tambang pasir di galian C Klungkung.

Daerah itu merupakan bekas lokasi tambang pasir dan daerah yang terisolasi, tak ada akses jalan dan listrik. Siti Fatimah lahir di sana, di gubuk pinggir rawa itu. Selama 9 tahun, tak ada orang yang peduli dan tahu tentang kisahnya.


Sampai suatu ketika, di awal Januari 2017, Siti Fatimah menangis di bawah tiang listrik di depan masjid sepulang mengaji karena ia tak bisa pulang. Selama ini yang biasanya antar jemput secara sukarela lupa untuk mengantarkan Fatimah pulang.

Sang Ustadz akhirnya mengantarkannya pulang. Betapa terkejutnya, ketika mengetahui gadis kecil yang rajin mengaji ini tinggal di sebuah gubuk 1,5 x 1,5 meter di pinggir rawa-rawa, tak ada listrik dan akses jalan yang layak. Akhirnya dengan dana spontanitas yang digalang, ustaz Munawir membuatkan huntara (hunian sementara) yang layak dengan triplek berukuran 2,5 x 2,5 meter sebagai tempat tinggal sementara.

Siti Fatimah, ia tak pernah mengeluh atau pun menampakkan kondisi yang ia alami. Ia siswa yang rajin dan selalu juara kelas. Anaknya ceria dan percaya diri, itulah yang membuat orang di lingkungan sekolah ataupun teman-teman ngajinya tak tahu kondisi sebenarnya Fatimah. Saat zakat fitrah pun, Fatimah tak pernah ketinggalan. Ya, ia tak pernah meminta-meminta meski dalam kekurangan.

Ibunya, berjuang dengan mencari kangkung dan menjual ke beberapa warung. Saat kondisi air pasang, Bu Nur memberanikan diri untuk berenang melewati rawa demi menjual kangkungnya ke warung seberang karena tak ada alat transportasi kecuali dengan ban dalam bekas. Saat surut, ia berjalan melewati rawa dan sungai.
"Saat saya bangunkan huntara, Fatimah ini ia sibuk sekali dengan bukunya, ia terus belajar, menikmati sekali belajarnya. Ia anak yang rajin dan selalu juara di sekolah, ngajinya juga rajin tak pernah sekali pun bolos. Ia tetap masuk meskipun sakit. Anaknya semangat," jelas Ustaz Munawir.

Sungguh, saya merasa tertampar bertemunya, menangis hati ini bertemu dengan Bu Nur yang selalu senyum sumringah. Malu rasanya jika kita hidup berkecukupan namun masih banyak mengeluh kurang ini itu. Malu rasanya mendengar kisahnya dan bertemu dengan Fatimah yang selalu ceria.
Setiap hari 2 perempuan tangguh ini hanya mengkonsumsi mie instan. Ya, hanya mie instan selama 9 tahun di gubuk kecil, memasaknya di atas tungku dengan kayu-kayu kering.

Mungkin kita tahu namanya rawa, tak ada air bersih tersedia. Namun Allah Maha Adil, 20 meter dari gubuk Fatimah, ada sumber air bersih dan jernih. Ia minum dan mandi di sana tanpa penghalang dan MCK yang layak. Sulit dipercaya ada sumber di sana, namun inilah kuasa Allah. Kita beruntung bisa bertemu Fatimah.

Bukan dia yang butuh bantuan kita, namun kitalah yang butuh dia untuk menjalankan kewajiban kita sebagai manusia yang punya cinta.

Bisa saja Tuhan menunjukkan pada orang lain tentang Fatimah. Namun kali ini Tuhan memilih kita mendengar kisah Fatimah dan ibunya. Bukan tanpa alasan, Sang Pencipta mempercayakan Fatimah pada kita karena kita mampu untuk peduli.

Fatimah mengajarkan pada kita bahwa bahagia tak harus selalu mewah. Dalam kesederhaaan hidup, bahagia yang sebenernya itu ada. Saya bersama Dompet Sosial Madani (DSM) bulan lalu menyalurkan bantuan hidup sekadarnya dan komitmen untuk beasiswa hingga ia sarjana. Semua itu tak akan terwujud tanpa adanya kebersamaan orang baik seperti kita.

Rencana kedepan DSM untuk Fatimah dan ibunya, selain program beasiswa, dan biaya hidup, adalah relokasi tempat tinggal dan pemberdayaan ekonomi. Bagaimana nantinya keluarga ini bisa direlokasi, pindah ke tempat yang lebih layak. Selanjutnya, pelatihan pemberdayaan ekonomi agar Bu Nur memiliki penghasilan dari usaha, sehingga menjadi keluarga mandiri dan sejahtera.

Tak ada waktu terbaik dalam membantu sesama. Waktu terbaik adalah sekarang kita bertindak untuk kebaikan. Terlebih bulan ini adalah Bulan Ramadan, bulan mulia bagi umat Islam. Apapun kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan. Saatnya Bersama Peduli Sesama.

Source Tribunnews

Misteri Masjid Nando Yang Konon Dibangun Oleh Bangsa Jin!

Masjid Nando, nama masjid ini mungkin terdengar asing bagi kita, karena memang masjid ini tidak berada di Indonesia tapi di Desa Nando, Mali, Afrika Barat. Konon masjid ini dibangun oleh bangsa Jin!

Jangan heran jika berkunjung ketempat ini dan menemukan sebuah bangunan yang terbuat dari lumpur dengan design bangunan yang sangat indah berdiri kokoh di sebuah desa kecil bernama Desa Nando, Mali, Afrika Barat. Bangunan ini bukan merupakan kediaman ataupun istana para petinggi-petinggi adat di Desa tersebut, melainkan Masjid yang diberi nama Masjid Nando oleh masayarakat setempat.


Menurut cerita yang beredar di masyarakat Desa Nando, konon masjid yang unik ini dibangun oleh bangsa jin. Hal ini diperkuat dengan struktur bangunan masjid yang sangat aneh dan bahan bangunan dari lumpur yang tidak lazim seperti bangunan pada umumnya. Tak hanya itu saja, nuansa mistis juga sangat kental di masjid ini ketika kita mulai memasuki setiap ruangan yang terdapat didalam masjid.

Jika dilihat sekilas, bangunan yang memiliki bagian runcing pada bagian atas bangunan, terlihat seperti sebuah benteng pertahanan yang umumnya digunakan sebagai pelindung disaat masa-masa peperangan. Masyarakat setempat juga sempat mengira bangunan ini merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Raja-raja terdahulu di Desa ini. Namun, tidak adanya sejarah kerajaan yang pernah memimpin Desa ini, tidak menguatkan anggapan tersebut.


Satu hal yang juga terlihat sangat aneh pada bangunan ini adalah, terdapatnya bekas tapak kaki raksasa disalah satu sisi bagian masjid. Masyarakat setempat sangat yakin bahwa bekas tapak besar ini merupakan tapak dari salah satu jin yang memiliki badan besar, bahkan lebih besar dari bangunan masjid ini. Dimana diduga bahwa jejak kaki itu adalah bekas tapak kaki dari salah satu penguasa Jin Muslim di negara Mali.

Keberadaan masjid Nando ini tidak terlepas dari pengaruh dan masuknya Islam ke Afrika Barat pada abad IX Masehi. Pada saat itu, dibawa oleh pedagang Muslim dari suku Tuareg dan Berber. Keduanya merupakan suku Nomad yang suka mengembara di gurun Sahara Selatan dan Sahel Utara.

Saat ini, bangunan masjid ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing dan menjadi salah satu tempat wisata yang unik di Desa Nando, karena memiliki daya tarik tersendiri dari struktur bangunan. Namun, masyarakat setempat diketahui tidak hanya menjadikan masjid ini sebagai tempat wisata yang dapat diandalkan, tapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah bagi warga pemeluk agama Islam di Afrika Barat. 
Wallahu A'lam Bishawab [Wajidbaca]

Bayi 16 Bulan Terpaksa Lakukan Operasi Berulang Karena Lidahnya Berukuran Dewasa

Orangtua bayi perempuan berusia 16 bulan di Amerika ini, awalnya sangat terpukul dengan keadaan putrinya. Tak disangka, bayi perempuan mereka lahir dengan kondisi lidah berukuran besar layaknya orang dewasa.

Dikutip dari Wajibbaca, bayi yang diberi nama Paisley itu mengalami kesulitan dalam berkata-kata. Menurut dokter yang menanganinya, Paisley lahir dengan sindrom Bleckwith-Wiedemann. Sindrom ini membuat si buah hati mengalami pertumbuhan organ yang terlalu berlebihan. Di Amerika lebih dari 300 bayi dalam setahun mengalami sindrom serupa, namun untuk Paisley yang mengalami pertumbuhan tak wajar adalah lidahnya.


"Lidahnya terus menerus mencuat, dia selalu mengunyah lidahnya karena mengambil begitu banyak ruang di mulut mungilnya," ujar Madison, ibu bayi malang itu.

Sungguh kasihan, ketika baru lahir bayi mungil ini harus dihubungkan dengan ventilator agar bisa bernafas dengan baik.

Saat menginjak usia enak bulan, dokter yang menangani khasus ini menghilangkan dua inci lidahnya. Hal ini dilakukan agar Paisley dapat melakukan aktivitas layaknya balita pada umumnya. Namun hal tersebut nampaknya tak banyak membantu.

Paisley, kembali harus menjalani operasi dan berhasil. Akhirnya, sejak oprasi keduanya ini, Paisley dapat memasukkan lidahnya. Meski demikian, Paisley, masih harus melakukan pemeriksaan intensif setiap 3 bulan sekali oleh dokter hingga usai 8 tahun. Bukan karena apa-apa, cara ini dilakukan akan tidak tumbuh kanker ataupun tumor karena sindrom tersebut.

Saat ini Paisley dapat tersenyum bahagia dan bisa belajar untuk berbicara. Ia mulai belajar untuk mengucapkan kata-kata sederhana.


"Sebelumnya dia bahkan tidak bisa mengeluarkan suara untuk mengucapkan kata-kata seperti mama dan dada karena ukuran lidahnya, jadi ini seperti sebuah pencalaian yang besar," imbuh Madison.

Tinggal Di Gubug Bekas Warteg, Wanita Ini Persiapkan Kelahiran Buah Hatinya Dengan Alat Seadanya

Sebuah gubug bekas warung tegal (Warteg) di Desa Ciperma ini menyimpan sebuah cerita miris. Gubuk yang sudah sangat tak layak dan ditumbuhi tanaman liar. Bentuknya sudah tak lagi menyerupai bangunan pada umumnya. Meski demikian warga sangat terkejut ketika melihat ke dalamnya. Ada seorang wanita yang sedang hamil tinggal sendiri di dalam gubug tersebut. Dengan mengenakan daster berwarna cokelat wanita itu dengan wajah lemas hanya terdiam sambil bersandar.


Kisah penemuan wanita hamil di dalam gubug itu di bagikan oleh pengguna akun facebook Uun Ratna Kurniasih. Dalam postingannya Uun mengunggah enam foto wanita hamil tersebut. Dari foto yang diunggah itu tampak semak belukar telang meenutupi gubug yang sudah tidak lagi kokoh itu.

Uun menceritakan bahwa dari laporan seorang warga, wanita hamil itu sudah 12 hari berada di dalam gubug. Hal itu membuat Uun sangat miris melihat kondisi tersebut. Uun prihatin dengan kehidupan wanita tersebut yang hidup dalam kekurangan saat kondisi sedang hamil.

Seperti yang dikutip dari tribunnews, Menurut keterangan warga dia sdh menetap 12 hari. Sungguh sangat miris dia hidup seorang diri sedang menanti buah hatinya yang tinggal menghitung hari akan lahir ke dunia. Tanpa nutrisi, tanpa penerangan, tanpa kasur, tanpa selimut dia melewati malam malamnya. Pasangan hidupnya yang semestinya berada disampingnya menemani saat persalinan juga tidak ada. Menurut Uun, dari keterangan wanita tersebut rupanya wanita itu mengaku sebagai korban perkosaan. Wanita itupun sangat takut ada yang mengambil ataupun mengadopsi sang anak. Wanita hamil itu rupanya sudah mempersiapkan kehamilannya yang tinggal beberapa hari lagi itu. Kondisi tersebut tampak dari alat-alat sederhana yang kemungkinan akan dipakai wanita tersebut untuk proses melahirkan. Suaranya sgt lirih ketika aku menanyakannya, dia cuma jawab penuh geram," saya diperkosa bu, saya malu." terang Uun dalam tulisan di facebooknya.

"Disudut gubuk aku melihat ada beberapa perlengkapan persalinan (ember mandi bayi, perlak dll), ternyata dia sangat ketakutan buah hatinya ada yg merawat atau ada yg adopsi, sesekali aku melihat dia bersenda gurau dgn buah hatinya yg msh bersemayam di rahimnya," tulis Uun di akun facebooknya.

Dari postingan Uun kini wanita yang diketahui bernama Lena asal kuningan tersebut sudah berada dalam penanganan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.

Inilah Jawaban Kenapa Pelukan Ayahmu Tak Seerat Bunda Nak! Anak Perempuan Wajib Tahu!

Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian.


Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu.
Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku.

Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku.

Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya. Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ”dimana, dan sedang apa aku diluar sana.”

Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata:
“Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu”.

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan beliau cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ”anakku sekarang sukses.” Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Alloh, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putri kecilku yang manis bersama pasangannya”.


Pesan ibu ke anaknya

Anakku..
Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu …
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu …
Nak..
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya …
Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu…
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..
Bunda hanya ingin kau tahu nak..
bahwa…
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..
Anakku…

Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangilah ayahmu juga.

Wahai Suami..Jangan Selalu Salahkan Istri Jika Ada Masalah, Ingat Baik Buruknya Istri Tergantung Pada Suaminya

Semenjak ijab qobul kau ucapkan, dia yang kamu minta dari orangtuanya sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawabmu. Dan sebagai pemimpin Engkau harus bisa mendidik yang kau pimpin menjadi lebih baik.

Dari Ibnu Umar dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda: ‘Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam yang memimpin manusia adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.

Seorang suami adalah pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.

Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab alas keluarganya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap kamu harus bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (Muttafaq ‘alaih)


Hai para suami, menafkahi istri itu hukumnya wajib.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisa: 34).

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
ولهنَّ عليكم رزقُهن وكسوتُهنَّ بالمعروفِ

“wajib bagi kalian (para suami) memberikan rizki (makanan) dan pakaian dengan ma’ruf kepada mereka (para istri)” (HR. Muslim 1218).

Rasulullah menganjurkan tak hanya memberikan kebutuhan pokok, tetapi juga pakaian agar dihadapanmu kecantikan istrimu dapat membahagiakanmu.

Istri Bisa Baik Bila Suami Mengajarkan Budi Pekerti
Sebagaimana firman Allah,
"Berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang terdekat." (AQ. Asy-Syu'ara: 214).

Ayat ini menjelaskan bahwa suami wajib mengajarkan budi pekerti yang baik kepada sana saudara, apalagi istrinya. Jika salah maka berilah peringatan dan luruskan.

Istri Bisa Pintar Bila Suami Mengajarkan Ilmu yang Baik
Jangan hanya menuntut istri agar mengerti semua keinginanmu, apalagi membantumu untuk mencari nafkah. Sedangkan engkau tak pernah mengajarinya. Istrimu akan pandai jika engkau mengajarinya ilmu yang manfaat. Karena tidak semua wanita cerdas sebelum menikah.

Istri Jadi Sholeha Bila Suami Mengajarkan Agama yang Baik
Allah berfirman dalam surat Thaha dan At Tahrim sebagai berikut,

“Perintahkanlah keluargamu agar melakukan sholat.” (Thaha:132)

‘Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api Neraka.” (At Tahrim : 6)

Kedua ayat diatas, sangat jelas tidak bisa dibantah lagi. Menjadi kewajiban suami membimbing istrinya menjadi wanita yang sholehah.

Jadi para suami jangan mengelak lagi, baik buruknya istri itu menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya.