IBX5B098941BD4CE Karena Menkeu Sri Mulyani, Guru Bakalan Sering Berurusan dengan Debt Collector - Newsbaper

Karena Menkeu Sri Mulyani, Guru Bakalan Sering Berurusan dengan Debt Collector

Kebijakan Menteri Kuangan Sri Mulyani yang menahan dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp 23,3 triliun tentu banyak mendapat kecaman para guru.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim‎, dengan menahan tunjangan profesionalisme guru ini akan membawa dampak luar biasa terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.


"Ini sangat mengejutkan para guru. Pemerintah dengan alasan keuangan negara sedang paceklik, akhirnya mengorbankan para guru," ujar Ramli, Sabtu (27/8).

Ia menyebutkan, beberapa kemungkinan yang bisa terjadi adalah menurunnya semangat guru mendidik bangsa dan ini akan berimbas pada Indonesia 20-30 tahun yang akan datang.

‎"Pembelajaran akan ditinggalkan oleh guru, mengapa? Karena guru akan sibuk memperjuangkan haknya, karena guru akan sibuk menghadapi debt collector, karena guru akan sibuk mencari pendapatan tambahan untuk menutup lubang kebutuhan keuangan yang ditahan Ibu Sri Mulyani," tegasnya.
‎Diklat UKG yang sudah dipersiapkan lanjut Ramli, akan kacau balau. Sebab guru-guru berpikir, buat apa ikut diklat UKG jika pemerintah seenaknya mencabut tunjangan mereka.

‎Ramli juga mengatakan, jika pembelajaran tidak berjalan dengan baik, tawuran bisa jadi akan semakin banyak dikarenakan siswa tidak terlayani dengan baik.‎
 

Selain itu kualitas input guru akan kembali kacau, guru kembali akan menjadi profesi yang tak diminati sehingga yang memilih FKIP adalah mereka yang gagal masuk kedokteran, tak lulus di fakultas teknik serta tak tembus di fakultas hukum maupun ekonomi.
"Untuk itu, Ibu Sri Mulyani yang juga pernah jadi dosen agar berpikir ulang menahan tunjangan profesi guru, jika pun harus dilakukan, berikan penjelasan lebih rinci dan jelas, mengapa niat itu disampaikan," tegasnya.
Jika terjadi kesulitan uang negara, menurut pendapat Ramli, lebih baik mengurangi gaji pejabat, anggota DPR maupun DPRD.

Dan juga mobil-mobil dinas pejabat yang mewah itu sebaiknya dijual agar hemat BBM.
"Ibu Sri, jika benar akan mencabut tunjangan profesionalisme guru tanpa alasan yang rinci dan jelas. Tunggulah gerakan guru Indonesia," Pungkasnya.

#TunjanganProfesiGuru
#PNS
#KebijakanSriMulyani

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel