IBX5B098941BD4CE Miris, Pengusaha Kalimantan Bisa Bayar 500juta untuk Cewek Alexis, Tapi SDN di Kalimantan ini Hanya ada 2 Guru - Newsbaper

Miris, Pengusaha Kalimantan Bisa Bayar 500juta untuk Cewek Alexis, Tapi SDN di Kalimantan ini Hanya ada 2 Guru

Miris sekali melihat Indonesia saat ini. Diberitakan Tribun, bahwa sebelum penutupan Alexis tersebarlah kabar yang memang bukan rahasia umum lagi.



Seperti yang dilontarkan akun @kurawa, begini,

"Jika hendak bergaya mendapat pasangan cantik mereka gak takut menebus diatas 500 juta per wanita," tulisnya.

"Mulai dari diskotik, karaoke, pijat, jacuzi hingga lounge yang dihuni oleh bidadari-bidarai import maupun lokal, tempat ini sukses usir setan," katanya.



Kalau berbicara masalah izin pendirian akan menyangkut kepentingan politik. Namun yang menjadi sorotan membuat hati terkikis rasa kasihan.

Ditempat yang sama, saat para pengusaha di Kalimantan mampu membayar ratusan juta sekali main disana.

Intinya ada tidak membahas terlalu jauh tentang Alexis, anda bisa mencari segebok informasi melalui google. Bagaimanapun setan sudah merasuki manusia manusia.

Sungguh sangat kontras, bahkan SDN di Kalimantan ini hanya mempunyai dua guru saja.

Kekurangan tenaga pendidik di pelosok negeri ini masih menjadi persoalan utama.

Selain itu sarana dan prasarana juga masih kurang memadai.



Hal inilah yang dirasakan oleh siswa-siswi SD Negeri 16, Dusun Nanga Hovat, Desa Datah Dian, Putusibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu.

Di SDN 16 Nanga Hovat hanya ada dua orang guru.

Satu orang guru berstatus PNS dan satunya lagi berstatus guru kontrak, dengan jumlah siswa sebanyak 28 siswa.

"Dulu disini ada lima orang guru, tapi belum ada yang sampai setahun udah pindah semua, dan kemaren ada kepala sekolah yang baru, belum sampai setahun disini dan semenjak bulan Juli tahun ajaran baru kemarin sampai sekarang ndak pernah masuk. Jadi saya ditunjuk untuk mengurus sekolah ini," kata Lidia Lahe (34), guru SDN 16 Nanga Hovat yang berstatus PNS.

Kurangnya tenaga pendidik di SDN 16 ini membuat satu orang guru terpaksa harus mengajar semua mata pelajaran dan semua kelas.

Ironisnya, aktivitas belajar mengajar kelas I sampai kelas VI digabung dalam satu ruangan kelas.

Untuk mengikuti ujian nasional, siswanya terpaksa harus ujian di Putussibau.

"Disini ada tiga ruangan kelas, tapi muridnya dari kelas I sampai kelas VI. Kalau belajar ya digabung dalam 1 ruangan, kalau dipisah mereka tu ribut, sedangkan kita di dalam kelas aja udah kayak apa ributnya. Itulah saya bilang sama mereka di Putusibau, anak-anak di Nanga Hovat ini belajar apa adanya yang penting mereka bisa membaca dan menulis," kata Lidia.

Indonesia kita memang merdeka, tapi kita terjajah oleh saudara kita sendiri. diarsipkan via WajibBaca

BACA JUGA ARTIKEL FOREX
Forex Trading Sharia
Forex trading transactions directly (Offline) "money exchange" in the form of a simple done in cash or categorized spot (spot) and sell off (one shot deal) when exchanging dollars to US $ dollars then immediately get the exchange of US $ dollars in hand. In contrast to online trading through an intermediary broker will never be able to sell off (one shot deal), so the flow of transactions is very much different. This must be known from the beginning by all Muslim traders.
In online forex trading there is the term Pending Order, Pair, Lot, Leverage, Slip Page, Quantity, Equity, Margin, Margin Call, etc .. What you will not find when you redeem / sell and buy currency directly in the bank or money changer (CMIIW).
One question for you, whether online forex trading that already qualifies SHARIAH to be called a SPOT transaction in accordance with what is meant by National Sharia Council (DSN) MUI?
Though SPOT transactions buying and selling currency directly and the sale and purchase transactions online currency is clearly DIFFERENT, for that we make this blog in hopes can straighten the understanding. If the readers are willing to help spread the information about the existence of this blog we are grateful alhamdulillahi jazzakalloohu khoiroo for all the charity sholihnya.
If forex trading offline (coming to the direct exchanger) with online forex trading (through broker intermediaries) alone is different, especially if the online forex trading business was compared to trading business (selling - buy) real goods (non ribawi) such as HP selling, selling vegetables, selling pulses, etc. Masya Alloh ... too.

We must know that Shariah Forex Trading is a trading which in all its transactions must always refer to Islamic laws (there must be a sharia law basis or not violate the syar'i ban) and abandon the behavior of forbidden syar'i starting from early NIAT and PURPOSE (necessity) in every transaction, must always (must) stay away from the forbidden Flower (ربا usury), Gambling, Deliberate Speculation (ميسر maisir), Unclear and Manipulative (غرر ghoror), Fraud, also about multi transaction in 1 aqad, and 2 forms of transactions in 1 transaction which are all prohibited sharia with the argument of Qur'an - Hadith is clear.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel